Review Halaman Website Yang Kurang Menarik

Standar

Kali ini saya ingin mereview sebuah tampilan website. selain untuk ngisi blog ini yang udah mulai jamuran karena udah lama sekali gak diisi, review ini juga sebagai tugas Mata Kuliah Interaksi Manusia dan Komputer.

kali ini saya akan mereview website dari sebuah kecamatan di Kabupaten Ponorogo, yaitu kecamatan Jenangan. Kenapa harus Kecamatan Jenangan dan Kabupaten Ponorogo? Ya, karena saya berasal dari Ponorogo dan lebih tepatnya di Kecamatan Jenangan Desa Ngrupit, jadi sekalian ingin mereview demi kebaikan daerah sendiri.

Lanjutkan membaca

Tembak Kelelawar

Standar

Yap. inilah game sederhana yang baru saya buat dengan Adobe Flash cs3. game ini sangat sederhana. hanya menembak badan kalong atau kelelawar yang terbang ke atas. dengan sistem poin dan waktu sebagai pembatasnya. inilah tampilan awal game nya game1         Tampilan gamenya : game2Tampilan Game Over :

game3 Nah itu temen temen sedikit screen shoot dari game ini. maklum masih belajar . hehehe oya gamenya dapat di download disini. silahkan mencoba 🙂

Kinerja KPU Masih Kurang Memuaskan

Standar

Banyak nya mahasiswa atau atau kaum urban lain kecewa dengan kinerja kpu. Mereka yang semangat untuk menyalurkan hak pilih harus dipersulit dengan banyak alasan, misalanya jertas suara yang terbatas atau harus mengurus di kelurahan dulu.
Bahkan mereka harus keliling dari satu tps ke tps lain sampai ada yang menerima.
Gita salah satu mahasiswa mengungkapkan kekecewaannya “saya harus keliling mencari tps yang menerima. Itupun masih nanti masih menunggu kertas suara sisa. Menjengkelkan” ungkapnya.

Sepertinya banyak tps yang hanya mendapat kertas suara terbatas tanpa melihat banyaknya kaum urban. Lalu bagamana hak suara yang katanya digembor gemborkan semua berhak. Bahkan orang gila dapatkan haknya, tapi bagaimana dengan kaum urban?
Mereka di beri kesempatan dengan DPKT(Daftar Pemilih Khusus Tambahan),namun kenyataannya banyak tps yang tidak menerima dpkt.

Selain itu masih maraknya serangan fajar yang terjadi. Seperti yang terjadi suatu daerah, mereka mengungkapkan mendapat jatah Rp. 30.000 per pemilih.
Belum lagi daerah daerah lain.
Lalu bagaimana kinerja KPU?
Lalu apa gunanya e-ktp?

Indonesia

Standar


Indonesia, di eja dengan benar. In-Do-Ne-Sia bukan Indonesa ya,terkadang masih sering terdengar ejaan tersebut di telinga kita, apalagi di daerah pedesaan. Mungkin masih pengaruh lidah daerah masing – masing.
Indonesia. Sebuah negeri yang telah merdeka 68 tahun silam.selama itulah banyak sejarah yang terlukiskan. Indonesia, mulai dari teriakan teriakan Patriotisme Bung Karno hingga terbosan – terobosan dan ketegasan seorang Susilo Bambang Yudoyono. Indonesia, dari jaman perang hingga jaman “tenang”. Dengan 1.700 lebih pulau nya, dengan 250 juta penduduknya. Indonesia dengan kesemrawutan tatanan kehidupannya. Indonesia, dengan sikap apatis pemudanya. Indonesia, dengan tikus – tikus pemerintahannya, Indonesia dengan tumpukan sampahnya. Indonesia, dengan yang lain lainnya.
Yang kata orang ini surga dunia, yang kata orang Negeri Jambrud Khatulistiwa. Tidak salah memang, Indonesia memiliki garis pantai terpanjang di dunia dengan keindahannya. Indonesia memiliki ratusan puncak gunung dengan jutaan pesonanya. Indonesia memiliki juta’an hektar hutan tropis dengan berbagai rahasia misterinya. Negeri ini indah kawan :’). Negeri ini punya “segalanya” . Tanahnya ? Subur dengan adanya puluhan gunung api. Airnya? Jernih dari sekian banyak mata air. Lautnya? Miliaran ikan berenang bebas didalamnya. Buminya? Jutaan ton mineral dan batuan mulia dapat ditemukan disini.
Negeri ini kaya kawan. Jutaan spesies hidup di tanah ini, bahkan spesies langka yang hanya dapat di temui di Indonesia. Indonesia punya cepu, belitong, gunung emas Freeport dan jutaanan titik tambang di seluruh nusantara. Indonesia punya Kalimantan dan Sumatra, yang dunia akan kebingungan setengah mati apa bila hutanya terbakar. Indonesia punya keindahan alam yang memiliki nilai jual. Indonesia punya ribuan suku, bahasa, dan budaya. Indonesia, negeri ini indah kan kawan? Indonesia kaya akan tikus tikus Negara. Indonesia kaya akan sampah yang menggunung, Indonesia kaya akan pembodohan –pembodohan publik. Indonesia, kaya tindak criminal. Kata orang kita saling bersaudara, tapi pertumpahan darah dimana – mana. Katanya kita ini ramah, tapi tetangga saja nggak pernah saling kenal. Katanya peduli dengan lingkungan tapi hutan dibakar, polusi dimana – mana, Jutaan orang jadi korban.
Negeri ini kaya kan kawan? Jelas kaya, banyak yang dijual ke negeri seberang. Kaya memang, tapi jauh diluar sana lebih kaya. Bayangkan saja, Indonesia merupakan Negara terbesar pemilik cadangan gas alam didunia, dan 70% nya di kuasai oleh Negara asing, itu masih Migas, belum sekor lain seperti batuan mulia dan mineral. Mungkin, dana yang mengalir kesaku orang asing mampu menghidupi seluruh warga Indonesia yang lebih dari 28 juta orang berada dibawah garis kemiskinan. Namun tak pantas juga kita menyalahkan pemerintah pusat dalam hal ini. Mereka pun memiliki alasan sendiri.
Disamping banyak hal di atas. Mau dibawa kemana kah Indonesia ini kedepannya? . mereka mengumbar janji, membujuk rayu, demi kursi di senayan. Kelak akan kah mereka ingat bahwa mereka “Wakil Rakyat”. Tahun ini pesta demokrasi terbesar akan digelar. Namun siapa kelak nanti yang akan duduk disana, kami mohon. Bapak / ibu jagalah negeri ini, “sirami tanahnya”, “semai bibit-bibitnya”, kelak kita akan menui hasilnya.
Kawan, mari kita wujudkan Negeri euthopia ini. Negeri tanpa penidasan, Negeri tanpa tangisan, Negeri tanpa kemiskinan. Biarkan Negeri ini surga bagi dunia. Kawan, mari kita jaga satu bumi kita. Biarkan burung-burung berkicau setiap paginya. Kawan Negeri ini Jambrud Khatulistiwa.

Pertanian Indonesia yang Terkesan Jalan di Tempat

Standar

Berbicara soal kehidupan dan untuk bertahan hidup tidak akan pernah lepas dari apa yang namanya “Pertanian”. Hampir semua hasil olahan yang dikonsumsi oleh seluruh masyarakat dunia adalah hasil dari komoditi pertanian. Sektor pertanian merupakan salah satu bagian penting dari pembangunan ekonomi nasional. Negara Indonesia yang memiliki wilayah daratan yang cukup luas disamping negara lain seharusnya mampu memaksimalkan sektor pertanian, selebih lagi didukung dengan sumber daya alam yang melimpah serta keadaan tanah yang sangat mendukung.

Kurangnya perhatian dari pemerintah yang menyebabkan perkembangan pertanian terhambat seharusnya mempu disadari dan segera dibenahi. Kebutuhan pangan di Indonesia yang semakin hari semakin meningkat dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk, seharusnya mampu meningkatkan semangat Pemerintah untuk lebih serius membangun pertanian Indonesia. Sehingga tidak hanya Pemerintah tidak hanya terfokus terhadapa tekhnologi, dan industri.

Memang kata Kepala Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian, Dr Haryono mengatakan “Siapa bilang pertanian kita begini-begini saja, saat ini sudah jauh berkembang dengan pesat, misalnya saja produksi padi saat ini dalam tiga tahun terakhir naik di atas tiga persen,” hingga mendapat aprasiasi dari FAO (ANTARA News). Namun pertanian Indonesia terkesan jalan ditempat dibanding dengan negara lain yang notabennya bukan negara yang memiliki areal tanah yang luas seperti Belanda.

Mimpi Indonesia untuk swasembada pangan mungkin tidak akan pernah terwujud jika pertanian Indonesia masih berskala kecil atau keluarga, belum menggunakan tekhnologi yang termutakhir, terlalu bersandar dan dipengaruhi oleh musim, keberanian petanai yang hanya menjangkau pasar local, serta monopoli pasar yang dikuasai pedagang besar. Bisa dilihat untuk hasil impor komoditi beras pada bulan Mei 2013 mencapai angka 41 ribu ton beras dari berbagai negara yang senilai 21 juta US$. Sedangkan Indonesia hanya mampu untuk mengekspor 83 ribu ton yang bernilai 106.846 US$(Basis Data Ekspor Impor Komoditi Pertanian). Sungguh angka yang sangat jauh bila dilihat dari aspek sebuah negara agraris.

Sebenarnya mahasiswa Indonesia memiliki segudang prestasi di kancah Internasional dalam bidang pertanian, salah satu contohnya adalah prestasi yang diraih oleh  dua tim mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Departemen llmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam babak final Developing Solutions for Developing Countries Competition (DSDC) di Chicago, Amerika Serikat pada 15 Juli 2013.(YangMuda.com) Dalam hal ini kita patut berbangga untuk prestasi tersebut, namun yang lebih penting lagi adalah sejauh mana prestasi tersebut mampu membawa dampak nyata kepada masyarakat, dan tidak hanya menjadi setumpuk prestasi yang membanggakan saat kompetisi juga.

Selain hal diatas, masih ada banyak inovasi – inovasi lain yang berkembang dalam bidang pertanian. Sebagai mahasiswa pertanian seharusnya tidak hanya mampu untuk mengembangkan inovasi baru, namun juga mampu mempertahan kan manfaat nyata dari inovasi tersebut serta mengembangkan sinergi antara pemuda atau mahasiswa dengan para pelaku pertanian di Indonesia. Harapan sebuah bangsa untuk mampu bertahan hidup adalah kemampuan bangsa tersebut menghidupi rakyatnya. Selama Indonesia mau berusaha untuk swasembada pangan, buat apa kita terus – terusan mengisi kantong negara lain. Maju terus pertanian Indonesia.

 

01012008355

Dok. Pribadi

Sekedar Parodi

Standar

Hanya sebuah parodi yang mungkin pantas untuk direnungkan. ni cerita dari dosen PBO. .

Pernah suatu waktu beberapa pemimpin Negara dari Jepang, Indonesia, Korea Selatan, Amerika, China, dan Kanada berkumpul dan sedang membahas perkembangan IT di Negaranya masing-masing khususnya Instant Messenger.

Pemimpin Jepang bilang : “di Negara saya punya Line dong”

Korea Selatan : “dari Korea Selatan ada Kakao Talk”

China : “gue punya WeChat lah” dengan nada tak mau kalah

Canada : “jangan salah Canada punya BBM yang keren ntuh.”

Amerika : “wah wahwah, lihat dari Amerika dong ada WhatsAap yan penggunanya terbesar diseluruh dunia”

Kemudian secara bersamaan mereka menoleh kepemimpin Indonesia.

Indonesia : (sambil mikir keras) “hmmmm Indonesia punyaaaaaa. . . .  Waktu, ya Waktu untuk menggunakan itu semua”.

Semua pemimpin saling bertatapan dengan wajah bingung.

 

Tak dapat dipungkiri memang, lihat saja para pemengang gadget canggih bin keren. Pasti ada lebih dari satu instant messenger yang terinstal. Padahal isi kontaknya pun kebanyakan sama, terus fungsinya juga nggak jauh beda,  buat apa coba?? Terkadang gue juga mikir kenapa menuh-menuhin memori dengan aplikasi yang notabanenya sama belum lagi IM lainnya yang juga multi platform dan GRATIS. Ah ya sudahlah , mungkin ini bias kalian renungkan yaa.

 

Catatan Mahasiwa Galau sok melankolis

Standar

Banyak hal yang terjadi hari itu 8 Mei 2013, capek tapi indah :’). Semua itu beerawal dari selesainya mata kuliah bahasa inggris yang cukup membosankan -.-, untungnya hari ini pulang cepet. Hari ini waktunya aku jaga stand acara MICRO, pasang muka tebel lah buat ngasih selebaran ke mahasiswa lain. Hari itu temenku lagi kepasar dan aku titip sesuatu, Mawar. Setelah aku pulang kekostan dia baru dapet mawarnya, jadi aku harus balik lagi ke kampus buat ngambil tuh mawar, makasih buat temen ku itu yang rela aku titipin :D.

Detik berganti menit, menit pun berganti jam. Yang awalnya hujan hampir ngebatalin janjiku pun akhirnya mau mengerti dan berangsur reda. Akhirnya aku berangkat ke BTM, hari ini ada janji nonton bareng sama si Dia yang dari Dramaga, IPB S1. Kita nonton rame – rame sekitar berlima, dan aku satu saatunya cowok diantara mereka. Temennya sebelum nonton pada pergi makan dulu, dan kita ditinggalin berdua. Kita ngobrol ngalor –ngidul cukup banyak obrolan yang keluar, dan akhirnya sekuntum mawar merah keluar dari tas, awalnya aku malu dan akhirnya langsung aku kasih gitu aja, aku nggak bisa berkata –kata lebih.

Akhirnya jam nonton tiba, kali ini kita nonton 9 auntums 10 summers, sebuah film yang diankat dari novel salah satu alumni terbaik IPB yang sukses di Amerika (syutingnya di kampusku looh :D). Banyak hal yang dapat diambil dari film ini, sebuah perjalanan keras menentang kemiskinan dan kerasnya seorang ayah untuk sebuah impian membahagiakan mereka. Satu kata yang aku suka “kita tidak dapat memilih masa lalu kita, tapi kita dapat melukiskan masa depan kita”. Film ini  juga mengingatkan ku pada sosok “Bunda”, aku melihat dia yang ternyata telah meneteskan air mata haru. Satu adegan yang buat gue segikit merasa gimana gitu, adegan di mobil ketika si Iwan mau turun sehabis pergi nonton dengan seorang cewek, ada rasa bersalah dalam diriku -.-.

Malam yang indah bersamamu, andai ku bisa mengatur atau memutar waktu bahkan menghentikannya, rasanya aku ingin tetap berada pada waktu yang sama bersamamu, tapi sayang kamu harus segera kembali. Dan akhirnya aku pulang juga…. sesampai di kostan waktu aku lagi enak – enakan makan, hp berdering dan ternyata hari ini diajak ngamen untuk danus. Yaudah deh berangkat meski udah capek. Kita ngamen dari sekitar daerah Pakuan sampa mana gitu aku sendiri juga nggak tau :D, yang jelas masih daerah Bogor, ternyata seru juga ya ngamen itu, bisa nyanyi” bareng temen, kumpul bareng, bercanda bareng de el el deh. .  yam hari mulai larut dan kita juga harus segara pulang, karena it’s time to sleep .. bye 😀

“Berjalan arungi malam. Menangkap bintang tanpa terang. Berlayar dalam lautan kehidupan. Merangkul mimpi semu menjadi nyata”